Sketsa Seribu Kata
Saturday, March 13, 2004
Wednesday, March 10, 2004
Bosaaaaaaaaan
Kalau rasa bosan menghampiri biasanya kata-kata jadi susah keluar. Mau kerja malas. Mau berpikir malas. Mau ke mana-mana juga malas. Hanya rasa bosan yang ada. Apalagi mau menulis, tidak ada ide yang keluar.
Saya pernah baca dalam satu artikel bahwa rasa bosan itu terkait dengan adrenalin yang tersimpan tak terpakai dalam tubuh manusia. Makin banyak adrenalin yang tak terpakai makin seringlah seseorang jadi bosan. Jadi bagi orang yang biasa terjebak dalam aktivitas rutin tanpa perlu membuang adrenalin, rasa bosan akan makin sering menyerang.
Ini mengingatkan saya pada satu cerita di majalah Time, beberapa tahun yang lalu. Terjadinya kasus pembajakan bis umum di daerah Hiroshima, Jepang. Ceritanya suatu pagi, seorang pria memaksa supir bis berpenumpang umum untuk berputar-putar keliling kota di bawah ancaman sepucuk pisau. Satu kota pun gempar. Berpuluh mobil polisi mengekor dari belakang dan helikopter dari udara. TV pun meliput secara langsung. Anehnya tanpa tuntutan uang tebusan atau lainnya di ujung malam bis pun berhenti dengan sendirinya dan si pembajak menyerah.
Dalam interview setelah pembajakan, si pria pembajak yang ternyata pegawai normal di sebuah kantor swasta menceritakan bahwa pembajakan tersebut hanya ide liar sesaat yang timbul akibat kebosanan dalam rutinitas hidupnya sehari-hari. Hanya itu. Tak ada motivasi lain. Ia pun bercerita betapa inginnya ia merasakan satu ketegangan. Menjadi bandit sesaat. Dikejar-kejar polisi seantero kota. Diliput tv secara langsung. Merasakan semua ketegangan memuncak sampai akhirnya di ujung malam, ia pun merasa bosan. Bosan dengan segala ketegangan yang tadinya ia cari dan memilih untuk kembali ke hidupnya semula. Aneh bukan.
Lalu seberapa bosankah saya? Hmm, kalau saya pakai ukuran si pria pembosan di Hiroshima mungkin sekarang saya sudah membajak pesawat ! Tapi toh tak semua orang percaya bahwa kebosanan itu terkait dengan adrenalin tak terpakai. Setidaknya, tidak seorang rekan. Menurut rekan saya yang suka sok berteori ini ada tiga pokok permasalahan kebosanan : orang yang membosankan, situasi yang membosankan dan orang yang terlalu sering bosan.
Menurutnya situasi yang membosankan tidak otomatis timbul karena orang-orangnya membosankan, tetapi mungkin juga akibat kesalahan dari beberapa orang yang terlalu sering menunjukan rasa bosannya. Masih menurut dia, rasa bosan itu sifatnya menular, jadi jangan sering-sering ditunjukkan karena pada gilirannya dapat membuat orang lain tertular bosan dan akhirnya suasana pun menjadi sangat membosankan.
Sebenarnya masih panjang cerita kategori kebosanan dan penyebabnya versi si teman yang membosankan itu. Di akhir teorinya yang membosankan ia pun mengklasifikasikan cara-cara menganggulangi kebosanan. Tapi terus terang saya bosan menulisnya. Dan lebih-lebih saya bosan dengan posting ini ! Huh!
Oke. Saya cabut dulu ke airport. Siapa tahu mungkin ada kru pesawat yang juga dilanda kebosanan, membiarkan pesawatnya tak terjaga.
